Santi Nurmalahayati

Guru Bimbingan Konseling di SMAN 15 Surabaya. Baru menelurkan satu buku berjudul Guru (Harus) Ke Luar Negeri! yang ditulis berdasarkan pengalaman mengikuti pela...

Selengkapnya
ISYANA SARASVATI

ISYANA SARASVATI

Nama ini sudah tak asing bagi penikmat musik tanah air. Penyanyi solo wanita yang kiprahnya sudah kesohor seantero negeri. Beberapa hari lalu, nama ini dibisikkan oleh seorang murid, saat saya mengecek tulisannya di kelas. "Bu, ibu tahu gak bintang tamu utama Liberty tahun ini?", pengantarnya sebelum menyebutkan nama ini. Liberty, libels party, adalah pentas seni tahunan yang diorganize oleh OSIS SMAN 15 Surabaya. "Oh ya? Kenapa belum dipublikasikan? Berapa kalian harus membayar honornya?", tanya saya ingin tahu. Dia menyebutkan nominal rupiah yang hampir setara dengan gaji PNS saya selama dua tahun. "Ini strategi marketing bu, kita akan publish bintang tamu satu persatu di social media, biar publik penasaran" , tambahnya. Pembicaraan berakhir karena ternyata sang murid belum mengerjakan tugasnya.

Dua hari berlalu, saya diminta menghadiri rapat koordinasi dengan OSIS, terkait penyelenggaraan Liberty. Sekolah dan guru harus mendukung , karena kegiatan ini akan sukses jika seluruh unsur sekolah terlibat. Apalagi, anggarannya tak main-main, hampir 400 juta rupiah! Resiko gagal nya dalam sepuluh tahun terakhir 40:60. Rapat ini isinya adalah pemaparan pengurus OSIS, perwakilan berbagai seksi kepanitiaan terkait persiapan yang sudah dilakukan.

Sebagai guru, saya sungguh kagum dengan cara murid - murid saya bekerja. Mereka begitu tangkas memperhitungkan setiap langkah dan keputusan berdasarkan analisis yang mendalam. Ada 4 bintang tamu yang diundang, keempat nya adalah artis ibukota. Setiap artis dianggap merepresentasikan pangsa pasar yang dituju. Keputusan mengundang Isyana bisa jadi mempertimbangkan kesuksesan kakak kelasnya 6 tahun lalu ketika mengundang Raisa, rekan duetnya. Adera, Fourtwnty, The Overtunes, dan Isyana Sarasvati diharapkan mampu menjadi magnet bagi 5000 pengunjung dari kalangan usia SMP, SMA, anak kuliah, hingga mamah mamah muda. Anda tak kenal satupun nama diatas? Itu tandanya anda tak masuk dalam kategori pangsa pasar pentas seni anak SMA. Hehehe..

Satu kekaguman lainnya adalah keberanian dan kemandirian murid - murid saya. Dari anggaran ratusan juta rupiah yang dibutuhkan, mereka hanya memiliki modal 10% nya, hasil keuntungan menyelenggarakan Libels Cup, kompetisi olahraga untuk siswa SMP dan SMA di Surabaya yang dikemas ala event yang sama milik Jawapos. Modal itu sudah habis digunakan untuk membayar uang muka bintang tamu, yang sudah ditawar sedemikian rupa hingga sesuai dengan modal awal mereka. Sisanya, urunan dari seluruh panitia. Bayangkan, anggaran 400 juta dengan modal hasil kerja keras mereka sendiri, dalam satu periode kepengurusan OSIS. Keren banget kan?

Tahun ini, untuk pertama kalinya Liberty diadakan di luar sekolah. Cuaca yang tak menentu membuat pilihan indoor menjadi lebih minim resiko. Tetapi perhitungan anggaran menjadi lebih ketat, karena kapasitas gedung membuat kuota pengunjung lebih terbatas. Kabar baik nya, mereka sudah memperhitungkan layout panggung dan target pengunjung dengan cermat, agar tak ada celah over kapasitas.

Selain panggung utama yang mengundang artis ibukota, Liberty juga mengadakan festival band dan vocal grup berhadiah total 6 juta rupiah. Festival ini menjadi bagian dari strategi menjaring pengisi acara lokal berkualitas sekaligus menjaring calon penonton. Tak ketinggalan, Food festival untuk memudahkan pengunjung mengisi perut sambil menambah pundi-pundi rupiah dari penjualan stand. Semua dilaksanakan sekaligus, dengan melibatkan 165 orang panitia.

Berbagai strategi dipaparkan oleh para perwakilan panitia. Satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah berbagai persyaratan akomodasi yang harus dipenuhi panitia demi mengundang artis ibukota, diluar honor sang artis. Untuk seluruh bintang tamu, murid-murid saya harus menyediakan sekitar 30 tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Surabaya dengan maskapai milik BUMN, beberapa diantaranya kelas bisnis. Jumlah yang hampir sama untuk rombongan bintang tamu lainnya menggunakan pesawat maskapai swasta. 15 kamar hotel bintang 4, 15 kamar hotel bintang 3 (yang untungnya sudah mendapat sponsor), 10 mobil kijang innova keluaran minimal tahun 2014. Konsumsinya? Keamanannya? Juga tak kalah merepotkan untuk disiapkan. Namun hal ini tidak membuat mereka gentar, meski seluruh persiapan ini hanya bisa dilakukan di sela kewajiban utama mereka belajar 8,5 jam di sekolah , 5 hari dalam seminggu, plus aneka tugas yang harus dipersiapkan di luar jam belajar. Mampukah mereka? Saya yakin, meski tak mudah, mereka akan melalui ini dengan mengerahkan segenap energi dan kreativitas anak muda.

Jangan samakan anak SMA zaman sekarang dengan anak SMA zaman kita sekolah dulu. Mereka adalah wujud nyata generasi Z, native digital generation, generasi multitasking yang piawai menembus ruang dan waktu dengan kecanggihan teknologi. Jangan bayangkan mereka menjual tiket, sumber dana utama untuk menutup biaya produksi, dengan cara konvensional. Saat pelaksanaan Libels Cup di awal tahun 2017, event mereka telah menjadi event anak sekolah pertama yang menggunakan aplikasi penjualan tiket online Go-Tix. Saat itu, mereka berhasil mencatat rekor sold out dalam waktu 5 menit! Selain melalui aplikasi, penjualan tiket juga menggandeng beberapa tempat nongkrong favorit anak muda di Surabaya, sehingga tak perlu bertemu panitia untuk membeli tiket.

Hal lain yang juga mengesankan adalah kecakapan murid - murid saya mengemas brand Liberty menjadi yang terdepan di antara kegiatan sejenis. Mereka memperhatikan strategi pemasaran dengan begitu jeli, agar berhasil merebut pangsa pasar di tengah padatnya jadwal pentas seni karya anak SMA di Surabaya. Mempublikasikan bintang tamu satu per satu dilakukan demi mengundang rasa ingin tahu calon pembeli tiket. Makanya, nama Isyana Sarasvati sebagai bintang tamu utama belum dipublikasikan. Kenapa saya membocorkannya di tulisan ini? Karena saya tahu, anda juga tak akan membeli tiket pentas seni SMA lain juga kan..?

Liberty baru akan dilaksanakan tanggal 30 September 2017 di DBL Arena, Surabaya. Sebagai guru, saya akan mendukung dengan memberikan keleluasaan yang bertanggung jawab ketika mereka sesekali harus meninggalkan pelajaran . Meskipun mereka tak berada di dalam kelas, saya yakin mereka juga belajar sesuatu yang tak kalah bermakna. Soft skill masa depan, tepatnya. Dengan mengorganisasi event sebesar ini, mereka akan memahami Digital skill, Problem solving, creative thinking, decision making, agile thinking, interpersonal dan communication skill yang akan mereka butuhkan untuk bersaing di kancah global. Dalam hal ini, guru-guru bahkan perlu berguru kepada murid – muridnya.


Kesuksesan Liberty 2017, baik penyelenggaraan maupun anggaran, akan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Libels, termasuk para guru. Teriring doa yang tulus agar semua persiapan berjalan lancar dan target tiket sold out di H-7 dapat terealisasi. Kalau semua lancar, saya akan menunggu kesempatan wefie bareng Isyana Sarasvati di backstage. Lumayan kan buat dipamerkan di sosial media? Hehehe.. Doakan sukses ya..

Surabaya, 12 Agustus 2017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Keren punya murid hebat semangatnya, hebat usahanya. Top Bu Santi. Sampaikan rasa bangga saya pada mereka.

14 Aug
Balas

Terima kasih Pak. Tulisan ini merupakan apresiasi saya kepada murid-murid saya yang hebat.

14 Aug

Jadi pengen bikin acara jg....

14 Aug
Balas

Ayo muridnya digerakkan pak. Harus ada yang memulai.

14 Aug

Selamat berkarya buat anak2 Libels, selamat bertugas Bu Santi....semoga sukses !!!

15 Aug
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali